Arsip Bulanan: April 2009

Gara-gara Facebook lupa pasword blog

Sebenarnya bukan karena facebook bisa menghilangkan password blog atau menghapusnya dari rekaman data. Tapi yang terjadi adalah facebook telah menyedot sekian banyak perhatianku sehingga tidak bisa meluangkan waktu lagi untuk menulis di blog. Sungguh suatu kemunduran. Padahal banyak banget yang bisa ditulis. Apakah sekedar curahan hati tentang suatu hal ataupun tentang hal lain yang mungkin berguna bagi orang lain.

Tapi entah kenapa, hal-hal menarik yang dulu bisa ditulis sampai satu dua halaman, sekarang hanya bisa jadi sebaris status. Ck ck ck…sungguh suatu degradasi yang luar biasa…. Kalau begini terus, mungkin lama kelamaan otak jadi buntu. Tak bisa lagi diajak mengembangkan ide-ide tulisan. Semua hanya cukup dalam sebaris status.

What is in your mind? cuma itu pertanyaan yang bisa dijawab. Hilang 5w 1H dalam otakku. Kalau dulu, tentulah pertanyaan itu akan disambung lagi dengan Why was that happen, where and when was it happen, who was involved dan How was it happen? Maka hasilnya jadilah suatu tulisan yang lengkap dan informatif. Namun semenjak demam fesbuk (demikian orang suka mengejanya). Pertanyaan tersebut seolah hilang dari benakku. Aku malah berharap orang lain yang akan menanyakannya dalam “comment” dan baru kemudian menjawabnya dengan sebaris kalimat juga. 

Kalau bicara manfaat, tentulah facebook ada manfaatnya. Sebagai contoh adalah menghubungkan aku dengan teman-teman yang sudah lama tak terdengar rimbanya. Teman lama yang punya kenangan indah bersama, tapi karena banyak hal harus terpisah dan tak dapat saling berhubungan. Dengan adanya fesbuk, semua jadi terasa dekat. Rindu rasanya mendengar sundulan “comment-comment dari mereka dan melihat sedang apa mereka sekarang.Tapi itulah, karenanya aku jadi betah memandangi layar komputer dan berharap ada komentar masuk. Jadinya ya buang waktu juga.

Namanya juga temuan baru, mainan baru tentu membuat orang jadi demam. Lambat laun semua juga akan berubah. Ketika satu media dirasa sudah tidak bisa menjawab apa yang dibutuhkan oleh masyarakat, maka akan selalu ada orang yang mencoba menciptakan alternatif. Tapi kita tak tau kapan itu akan terjadi dan sampai kapan demam fesbuk ini akan menyerang aku dan orang-orang lain.

Yang terpenting pada saat ini adalah “pengendalian diri” masih banyak janda-janda kembang husshh…..kok lari jadi ceramah….. Maksudnya adalah pengendalian diri. Jangan sampai gara-gara nungguin komentar teman, habis waktu melototin komputer. Atau jangan kecentilan untuk selalu mengubah status agar semua orang tau kita sedang apa dan berharap dikomentarin. Apalagi sekarang facebook bisa diakses lewat HP, semua kegiatan dimasukin ke facebook. Sampai-sampai statusnya berbunyi “Hmm nyaman banget nih rasanya ….jadi betah nongkrong disini lama-lama….ngghhhh….brreettetet tet tet…. tapi sayang agak lembek nih, mungkin karena makan cabe tadi ya….”